Kejadian tanah longsor menurut keterangan beberapoa warga terjadi pada Kamis (31/1/2008) dinihari, setelah sejak sejak Rabu malam kawasan yang terletak di lereng Gunung wilis tersebut diguyur hujan lebat.
"Ya memang sejak semalam hujan lebat dan daerah sini rawan longsor sejak dulu," kara Kepala Urusan Pembangunan Desa Margopatut, Jejak Kabul Lubis (43) saat di temui detiksurabay.com di lapangan, Kamis (31/1/2008).
Pantauan detiksurabaya.com di lapangan menunjukan, 3 rumah warga rusak parah dan 1 diantaranya rata dengan tanah. Rumah-rumah tersebut merupakan milik Radi (54), Musri'ah (64) dan Komariyah (50).
Selain mengakibatkan 3 rumah rusak parah, 2 warga juga mengalami patah tulang akibat terseret tanah longsor. Mereka adalah Musri'ah dan Komariyah.
Yang mengejutkan, kedua korban mengalami patah tulang setelah bermaksud mengungsi ke ruma Radi yang dianggap lebih aman untuk
menyelamatkan diri.
"Ya posisi rumah Pak Radi memang kemungkinannya kecil ikut longsor, tapi nggak tahunya malah rumah itu yang rata dengan tanah," lanjut
Jejak Kabul Lubis.
Untuk memberikan pertolongan kepada para korban, Jejak menambahkan saat ini keduanya telah dilarikan ke Puskesmas Sawahan untuk
mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara Radi, pemilik rumah yang rata dengan tanah sangat berharap secepatnya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, untuk kembali mendirikan rumahnya yang rata dengan tanah.
"Ya kalau ndak bisa diberikan bantuan, kami juga siap dipindahkan ke tempat yang aman asalkan juga dibuatkan rumah," harap Radi. (bdh/bdh)










































