Akibatnya, ratusan rumah warga di enam desa di Kecamatan Wadungan terendam dan puluhan hektar areal persawahan padi yang sudah mulai berbuah rusak dan tergerus air.
Banjir ini merupakan kedua kalinya melanda warga di kecamatan Wadungan tersebut. Akhir Desember 2007 banjir menerjang kawasan tersebut. Ribuan warga saat ini sudah mulai mengungsi meninggalkan rumah mereka yang tergenang air dari luapan Sungai Bengawan Solo.
Belum diketahui berapa jumlah warga yang mengungsi. Pihak kecamatan agak kesulitan mendata warga. Namun warga ini sebagian mengungsi ke rumah saudara atau tetangganya yang tidak tergenang air.
Sumilah (40) warga Desa Suko mengungkapkan kepada detiksurabaya.com, banjir mulai masuk ke rumahnya pada Kamis (31/1/2008) pukul 01.00 WIB. Dia dan seluruh keluarganya langsung mengungsi ketika air sudah mulai tinggi.
"Hujan turun sejak sore membuat Sungai Bengawan Solo meluap. Rumah saya tergenang lagi," katanya.
Adapun desa-desa yang tergenang antara lain, Desa Simo, Desa Semengko, Desa Tirak, Desa Puwosari, Desa Kendung dan Desa Dinden. Semuanya di Kecamatan Wadungan. (wln/fat)











































