Seperti yang terlihat di Jalan Kiai Wahid Hasyim Kota Pasuruan, Kamis (31/1/2008). Pertokoan tersebut terlihat membuka tokonya, namun tidak untuk berdagang. Melainkan untuk membersihkan lumpur yang masuk ke dalam bangunan toko mereka.
Yono (54) pemilik toko elektronik Gaya Baru kepada detiksurabaya.com mengatakan air bercampur lumpur masuk ke tokonya setinggi 60 cm.
Namun televisi tidak bisa dia selamatkan karena berada di rak paling bawah. Sementara barang elektronik yang lain bisa diselamatkan olehnya.
"Ini paling parah. Terakhir banjir terjadi tahun 1991, dulu air yang masuk hanya 10-15 cm," kata Yono sambil menyiram lumpur yang masuk ke tokonya.
Yono masih belum bisa memastikan berapa kerugian yang dideritanya akibat banjir tersebut. "Saya belum hitung masih konsentrasi membersihkan toko. Hari ini toko saya tutup dulu," ujarnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Sucahyo pemilik toko pakaian Doa Bundo. Sucahyo juga terlihat membersihkan lumpur yang masuk ke dalam bangunan tokonya.
Menurutnya, pakaian dagangannya tidak ada yang rusak atau terendam air karena sejak sore dia sudah menyelamatkan barang daganganya ke lantai II.
"Untungnya pakaian nggak ada yang rusak. Semuanya bisa saya selamatkan," ungkapnya sambil mengusap peluh setelah membersihkan lumpur di tokonya.
Sementara itu, di sekitar Jalan Wahid Hasyim masih terlihat ada genangan air setinggi 40 cm. Di Jalan Sumatera dan Jalan Biliton juga terlihat ada genangan air dengan ketinggian 40-50 cm. (wln/fat)










































