Kenaikan harga daging ayam ini terjadi di sejumlah pasar tradisional di Lamongan. Pantauan detiksurabaya.com, Rabu (30/1/2008) menunjukkan kenaikan tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Beberapa pasar itu yakni, Pasar Lamong Raya, Pasar Babat dan Pasar Sidoharjo, yang merupakan pasar utama di Lamongan.
Bila harga daging ayam petelur sebelumnya hanya Rp 14 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 16 ribu. Sedangkan harga daging ayam potong dari Rp 15 ribu menjadi Rp 17 ribu perkilo.
Kenaikan yang cukup fantastis terjadi pada daging ayam kampung. Jika sebelumnya hanya Rp 25 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 40 ribu perkilo.
Salah seorang pedagang Pasar Sidoharjo, Ana mengatakan, mereka tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga daging ayam ini. Padahal, di pasar stok daging ayam tidak mengalami kelangkaan.
Ana menjelaskan, terpaksa menaikkan harga karena harga beli di tingkat agen sudah mengalami kenaikan. "Kenaikan di tingkat agen inilah kemungkinan yang menjadi penyebab utama naiknya harga daging ayam," terangnya.
Kenaikan harga ayam ini memperburuk omset penjualan pedagang. Sebelumnya, dalam sehari pedagang bisa menghabiskan 100 ekor ayam, namun kini para pedagang hanya mampu menjual 50 ekor saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Babat, Suntoro. Bahwa kenaikan harga daging ayam membuat mereka juga mengalami penurunan omset.
"Mahalnya ayam ini, berimbas pada konsumen yang cenderung mengurangi jumlah pembelian daging ayam," tutur Suntoro. (fat/fat)










































