Seperti yang dialami oleh petani di Desa Kebonagung Kecamatan Ujung Pangkah Gresik. Semula mereka resah karena tanaman cabenya diserang hama.
"Justru karena banyak tanaman yang diserang hama, membuat cabe di pasaran harganya naik hingga 100 persen," jelas salah satu petani asal Desa Kebonagung, Muhaji kepada detiksurabaya.com, Rabu (30/1/2008).
Dia menambahkan, semula harga cabe yang hanya Rp 12 ribu perkilo, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 23 ribu perkilonya. Ini berarti hasil yang didapat berimbang untuk pupuk, obat dan biaya tanam cabe.
Muhaji menjelaskan, bila dalam satu hektarnya mencapai 4 ton, saat diserang hama hanya mencapai 2,5 ton. Beruntung harga di pasaran naik, sehingga hasil yang.
"Mudah-mudahan harga cabe tidak akan turun hingga panen tiba. Kalau tidak, kita bisa merugi dan tak mendapatkan keuntungan yang berimbang," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ali Wafa, dirinya berharap kenaikan harga ini tetap ada hingga musim panen tiba.
"Kalau harga turun, petani sangat merugi. Sebab harga perkilonya bisa mencapai seribu. kalau sudah begini, banyak petani yang enggan memanen, sebab biaya petik cabe tidak berimbang dengan hasil penjualan," tegasnya. (fat/fat)










































