Tidak sedikit para pengendara sepeda motor atau mobil pribadi istirahat sejenak sambil menikmati pecel pincuk Garahan yang terletak sekitar 45 kilometer dari kota Jember.
Harga pecel pincuk ini masih relatif murah yakni Rp 2.500. Namun jangan salah sangka harga itu sebenarnya sudah naik seirinng kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok terutama minyak goreng, tepung terigu dan kedelai hampir sebulan terakhir.
"Sebelumnya kan hanya Rp 2.000, tetapi karena harga tempe dan tahu naik begitu juga dengan minyak goreng, terpaksa nasi pecel pincuk kami juga naikkan," kata Bu Iin salah seorang pedagang pecel pincuk Garahan .
Harga pecel pincuk Garahan memang sempat mengalami kenaikan beberapa kali berbarengan dengan kenaikan sembako dan harga BBM. Pada tahun 2006, harga pecel pincuk hanya Rp 1.500. Namun setelah harga BBM naik diikuti dengan kenaikan harga sembako, para pedagang menaikkan harga pecel, perpincuknya Rp 2.000. Bahkan dalam tiga minggu terakhir, penjual pecel pincuk kembali menaikkan harga pecelnya Rp 2.500 per porsi.
"Kalau ada tahu dan tempenya segitu, tetapi kalau sudah sore kan tahu tempenya sudah habis jadi kembali ke harga Rp 2.000," lanjut Iin. Para penjual pecel pincuk itu hanya berharap tidak ada lagi kenaikan harga sembako. Sebab jika ada kenaikan sembako, mereka terpaksa menaikkan harga pecel mereka.
"Padahal pecel pincuk terkenal karena murahnya," tukasnya. (bdh/bdh)











































