Ponsel type Nokia 2300 tersebut berhasil dijual ke counter terdekat seharga Rp 250 ribu. Uang itu pun digunakan meluruskan rambut atau rebonding dan mentraktir teman-teman sekolahnya.
Pencurian itu bermula sebut saja Melati (13) bukan nama sebenarnya bermain di belakang rumah tetangganya, Rahmat (37) warga Desa Bambe RT 04 RW 02 Driyorejo Gresik.
Saat itu, Melati bermain dengan Fatah anak pertama pasangan Rahmat dan Marnik. Sedang asyik-asyiknya bermain, mata melati tertuju pada sebuah ponsel yang tergeletak di atas televisi.
"Dia segera mengambil pnsel itu dan menyimpannya di balik baju. Pada saat itu anak saya sempat menanyakan apa yang disembuyikan Melati di balik bajunya. Namun dia mengelak dan mengatakan ingin pulang karena perutnya sakit," kata pemilik ponsel, Marnik kepada detiksurabaya.com, Selasa (29/1/2008).
Merasa kehilangan ponsel, Marnik segera mencari tahu dan mendatangi orang pintar. "Kata orang pintar itu, ponsel saya diambil orang yang tak jauh dari rumah. Saya pun menyelidiki dan mencari tahu teman-teman anak saya," kenangnya.
Yakin ponselnya dicuri, akhrinya Marnik mendatangi counter setempat. Di counter itu rupanya ada ponsel miliknya. Setelah diselidiki, ponsel itu telah dijual oleh Melati.
Wanita dengan dua anak ini akhirnya mendatangi rumah Melati, yang juga menjadi anak orang pintar yang pernah didatanginya.
"Rupanya, si orang pintar ini saat menerawang tentang keberadaan ponsel itu dicuri anaknya sendiri. Oala..ternyata uangnya digunakan untuk meluruskan rambut seperti model dan artis," jelasnya dengan gemas.
Setelah kasus itu terkuak, keluarga Melati pun malu dan lebih banyak mengurung diri. Sementara kasus ini tidak dilaporkan ke polisi.
"Enggak mas, ga saya laporkan. Kasihan, sebab orangtuanya berprofesi sebagai tukang becak," tegasnya. (fat/fat)











































