Dari pantauan detiksurabaya.com, tanaman cabe tersebut daun-daunnya banyak yang rontok. Bahkan buah cabe yang belum dipetik busuk dan mengering.
Untuk mengurangi kerugian, para petani terpaksa memanen dini cabe yang masih berwarna hijau. Bahkan sebagian petani terpaksa menebangi tanaman itu untuk ditanami ulang.
Salah seorang petani, Parmin (49) mengaku seperempat hektar lahan yang dimiliki sudah rusak.
"Padahal pupuk yang saya berikan sudah cukup, tapi karena cuaca buruk akhir-akhir ini kondisinya seperti ini membusuk," katanya, Senin (28/1/2008).
Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya mampu memanen cabe 5 kali dalam
setahun. Dan dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 kwintal cabe. Namun karena rusak, terpaksa ditebang meski baru panen satu kali.
Senada juga diungkapkan oleh Marzuki warga Dusun Sumberbeji Desa Kranggan. Dia terpaksa memanen dini pohon-pohon cabe tersebut.
"Akibat kerusakan tanaman cabe ini, harganya melambung tinggi. Jika pedagang berjualan perkilonya dijual hingga Rp 20 ribu," kata Marzuki.
Melambungnya harga cabe, karena pasokan dari Kecamatan Ngajum yang menjadi salah satu pemasok terbesar di wilayah Malang Selatan menurun
drastis. (fat/fat)











































