Penampilan PSMS Medan memang tak seperti dua laga sebelumnya. Ada anggapan pemain PSMS menunjukkan permainan yang antiklimaks.
Namun Fredy Muli membantah anggapan tersebut dengan tegas. "Antiklimaks tidak ada. Anak-anak hanya terlalu berhati-hati," kata Fredy dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Penurunan penampilan tersebut, jelas Fredy, lebih disebabkan tidak berjalannya strategi yang dikembangkannya. Pemain yang semestinya mengisi pos penyerangan terkadang juga terlalu ke belakang.
"Mereka takut apabila Arema melakukan counter attack," lanjutnya.
Mengenai hasil pertandingan, Fredy mengaku tidak mempermasalahkannya. Demikian juga dengan buruknya penampilan Mahyadi Panggabean di laga terakhir Grup A.
"Saya tetap bersyukur karena berhasil mengantar PSMS lolos ke semifinal. Semoga keberuntungan kami bisa berlanjut," katanya. (ian/bdh)











































