"Kita sangat keberatan dengan pernyataan itu. Padahal Pak Zulkarnain sudah melihat sendiri keadaan Desa Siring dan berjanji pada warga untuk menjadi kurir agar memasukkan Desa Siring Barat dalam peta terdampak," kata Mahmud Marzuki korlap aksi kepada detiksurabaya.com, Sabtu (26/1/2008).
Mahmud mengatakan jika Zulkarnain tidak menarik pernyataannya, mereka akan mengeluarkan tandon air sumbangan BPLS dan semua listrik yang ada di Siring Barat akan dimatikan. Selain itu warga juga mengancam akan tidur di pinggir jalan dengan penerangan lilin.
"Kita minta Pak Zulkarnain untuk menarik pernyataannya. Kalau tidak kita minta kepada camat untuk memanggil," ungkapnya dengan nada sedikit emosi.
Mahmud menambahkan, kondisi Desa Siring Barat saat ini sudah tidak layak huni. Kondisi warga saat ini kata Mahmud tidak bisa memasak, mandi dan mencuci karena air sudah tidak layak. "Air sudah tidak bisa buat minum dan untuk segala macam. Ada tandon bantuan tapi sampai sekarang tidak diisi-isi," tandasnya.
Desa Siring Barat, Porong lokasinya berada sekitar 500 meter barat pusat semburan lumpur Lapindo. Warga saat ini resah, karena desa mereka saat ini mereka anggap sudah tidak layak huni. Selain sumber air yang berubah, di daerah itu saat ini juga mulai bermunculan bubble-bubble gas yang mudah terbakar. (wln/bdh)










































