"Sudah sekitar 5 hari ini, warga di sini banyak yang tidak bisa berjalan, karena kaki dan tangan linu serta sulit digerakkan," kata Kasiman (42), warga Desa Sambiroto, Kecamatan Puri, kepada detiksurabaya.com, Jumat (25/1/2008).
Virus chikungunya juga menyerang 4 orang yang tinggal serumah, seperti yang dialami Samjian (51) dan isteri serta 2 anaknya. "Kondisi anak dan isteri saya sudah membaik, tapi saya tidak bisa berjalan," kata Samijan yang masih dipapah saat berjalan.
Namun ada juga beberapa warga yang terjangkit chikungunya, memilih berobat dan dirawat inap di rumah sakit. Di antaranya Abdul Rahman (51), warga Desa Mlaten. Rahman dirawat di Ruang Muria RS Islam Sakinah, di jalan RA Basuni.
Setelah dirawat selama 3 hari, Rahman dinyatakan positif mengidap demam chikungunya. "Hasil observasi dan uji laboratorium menyebutkan pasien positif chikungunya," kata dr Agus Subiantoro kepada detiksurabaya.com di RS Islam Sakinah.
Menurut Subiantoro, gejala yang dialami penderita chikungunya, mirip dengan demam berdarah. Hanya saja, penderita chikungunya merasakan linu di bagian persendian kaki dan tangan, sehingga sulit digerakkan.
Subiantoro menambahkan, kasus chikungunya berbeda dengan demam berdarah. "Sehingga berapapun jumlah warga yang terjangkit chikungunya, penemuan kasus positif berarti sudah terkategori wabah chikunguya," kata Subiantoro. (bdh/bdh)










































