Unjukrasa yang dilakukan sekitar 70 orang ini dilakukan dengan cara memblokir jalan masuk menuju sumur minyak hingga mengakibatkan kendaraan operasional milik Joint Operating Body (JOB) Petamina-PetroChina (PPEJ) tidak bisa keluar masuk ke loasi pengeboran
"Mana kepedulian PetroChina pada lingkungan? Genset meledak, PetroChina diam saja. Warga panik, ditambah lagi trauma karena sering terjadi kecelakaan di sumur Sukowati," teriak Sudargo salah seorang warga Ngampel dalam orasinya, Kamis (24/1/2008).
Ledakan generator pembangkit listrik (genset) di sumur minyak Sukowati Pad B yang terjadi Senin (21/1/2008) lalu mengakibatkan warga di 4 desa sekitarnya panik dan ketakutan. Keempat desa itu adalah warga Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas. Serta warga Desa Campurejo dan Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro kota.
Lantaran aksinya di sumur Sukowati Pad B tidak mendapat tanggapan, warga Ngampel lalu melanjutkan aksi mereka ke lokasi Sumur Sukowati Pad A di Desa Campurejo, yang hanya berjarak sekitar 300 meter. Di sana mereka hanya ditemui oleh Security Supervisor JOB Pertamina-PetroChina, Yoga Santoso Utomo.
"Waktu ledakan terjadi, saya terpaksa tidak masuk kerja. Karena anak-istri saya panik dan ketakutan. Saya kehilangan waktu bekerja, PetroChina harus menggantinya!," kata Agus warga Ngampel lainnya dihadapan Yoga.
Sementara Yoga Santoso Utomo tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi tuntutan warga demonstran. Sebab, tidak ada kompetensi dari seorang Security Supervisor untuk membuat sebuah keputusan. Warga pun mendapat jawaban yang mengecewakan.
"Baik, tuntutan bapak sekalian nanti akan saya sampaikan pada pimpinan. Mereka yang berhak membuat keputusan, bukan saya. Mohon bersabar," pinta Yoga. (bdh/bdh)











































