Kenaikan ini terjadi di sejumlah pasar tradisional di Lamongan. Diantaranya, Pasar Sidoharjo dan Pasar Babat dan Pasar Sumlaran Sukodadi.
Saat ini, harga tepung terigu jenis pertama sudah mencapai Rp 8 ribu perkilonya. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp 7 ribu.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pedagang Pasar Sidoharjo, Rifai. Dia menjelaskan, kenaikan harga terus berjalan tiap harinya. Hal itu menyebabkan pembeli di tokonya berkurang
"Untuk terigu jenis kedua sebelumnya hanya berkisar Rp 5.500 hingga Rp 5.700. Tapi saat ini sudah berada pada harga Rp 6.500 perkilo," tuturnya.
Sementara untuk harga migor curah jenis pertama menjadi Rp 12 ribu perkilo. Padahal satu minggu yang lalu harganya masih Rp 11 ribu.
"Sedangkan migor curah jenis kedua, saat ini harganya sudah Rp 10 ribu," lanjut Rifai.
Sedangkan salah seorang pedagang di Pasar Sumlara, Kecamatan Sukodadi Lamongan, Safari menuturkan, kenaikan harga migor curah ternyata juga mempengaruhi harga migor dalam kemasan.
"Saat ini, harga migor dalam kemasan naik hingga 15% sampai 20%. Sebelumnya Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu, ujarnya.
Mahalnya harga tepung terigu dan migor ini, menurut para pedagang, bisa berakibat naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang lain.
Pedagang berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. (fat/fat)











































