Ribuan orang mengenakan pakaian muslim lengkap dengan sarung, baju koko, kopiah, surban dan menggenggam tasbih bergerombol di Stasiun Kota Baru Malang, Rabu (22/1/2008).
Mereka adalah "wong Malang" yang akan memberikan dukungan terhadap Arema Malang dalam babak 8 besar Liga Indonesia di Stadion Deltras Sidoarjo. Hari ini, Rabu (23/1/2008), "Singo Edan" dijadwalkan bertanding melawan Sriwijaya FC.
Dari pengamatan detiksport di lokasi, ribuan orang itu tidak mengenakan atribut Aremania atau Arema yang bernuansa warna biru. Dari keterangan yang diperoleh dari perwakilan rombongan, mereka bukanlah Aremania, tetapi "orang Malang yang ingin menonton pertandingan Arema di Sidoarjo".
Selain berpakaian muslim, sebagian dari mereka mengenakan baju batik dan berjas. Mereka beriringan menuju bus yang akan mengantar ke Sidoarjo, seperti rombongan peserta pawai atau karnaval kemerdekaan.
"Tiket kawan-kawan sudah dimasukkan amplop putih. Kita ini 'kan datang untuk kondangan PSSI. Semoga mereka insyaf," jelas salah satu pentolan Aremania, Yuli Sumpil, yang mengenakan kopiah, pakaian batik dengan dasi motif bola dan bendera Amerika.
Sebelum berangkat mereka mendemostrasikan sejumlah lagu untuk mendukung Arema. Dengan semangat Yuli bersama "wong Malang" menyanyikan lagu dengan lirik "Orang yang dholim dibenci Allah, mudah-mudahan insyaf semua."
Selain itu, sepanjang pertandingan mereka akan terus membaca sholawat nabi. "Baca sholawat masak dilarang. Kalau dilarang nyanyi kita akan plester mulut," kata Yuli.
Ia mengaku kerusuhan di Kediri yang mereka timbulkan adalah tindakan yang salah, dan akan menerima sanksi PSSI asal dilakukan penilaian secara obyektif. Dia membandingkan kerusahan yang ditimbulkan suporter Persebaya dua tahun lalu, namun sanksi larangan menonton hanya dua kali pertandingan dan hukuman percobaan setahun.
"Kerusakan yang mereka timbulkan jauh lebih besar. Seharusnya hukuman kita lebih ringan," tuturnya.
Suporter wong Malang telah memesan 8 ribu tiket dan mereka mengendarai sekitar 30-an bus dan kendaraan pribadi menuju Stadion Deltras Sidoarjo. Yuli menjamin para suporter kali ini akan lebih sopan dan tertib.
"Saya berharap kawan-kawan lebih menahan diri, malu dengan kopiah dan sarung yang mereka kenakan," pungkasnya. (a2s/bdh)










































