Mereka tak mampu lagi mengatasai kerugian yang diderita. Bila sebelumnya harga tepung tapioka Rp 3 ribu perkilo menjadi Rp Rp 3.800 ribu perkilo.
Salah satu industri kerupuk di Kediri, Muhammad Yasin asal Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kabupaten Kediri mengaku kenaikan harga itu menurunkan jumlah produksi dan memperkecil ukuran.
"Sampeyan lihat sendiri, sekarang ukurannya juga semakin kecil. Karena hanya itu yang bisa kami lakukan untuk tetap bertahan," kata pemilik pabrik kerupuk, Muhammad Yasin kepada detiksurabaya.com, Rabu (23/1/2008).
Selain memperkecil ukuran produknya, Yasin mengaku jumlah produksi krupuk di pabriknya juga mengalami pengurangan. Dari sebelumnya dalam satu hari mampu memproduksi 3 ton, saat ini maksimal hanya bisa memproduksi 2 ton.
Keputusan memperkecil ukuran mengurangi jumlah produksi terpaksa dilakukan, karena hanya solusi itu yang bisa dilakukan pengusaha kerupuk untuk mengatasi kenaikan.
Kenaikan harga jual, jelas dia, tidak mungkin dilakukan. Karena akan semakin memberatkan penjualan.
Dampak dari naiknya harga, Yasin mengaku banyakn pengusaha mengalami gulung tikar. "Dulu di sini ada sekitar 50 pabrik kecil dan sedang, sekarang mungkin tinggal 30-an," lanjutnya.
Dampak lain yang dirasakan selain banyak pengusaha yang gulung tikar, buruh pabrik pun terpaksa menganggur. Setelah pabrik tempatnya bekerja tutup dalam batas waktu yang tak bisa ditentukan. (fat/fat)











































