Kedua korban meninggal itu adalah Ni Luh Gedhe Delvina Yusandi (13) atau biasa disapa Epik. siswa SMP kelas 1 ini meninggal dunia setelah dua jam mendapat perawatan di RS Sanglah, Denpasar, Bali, Senin kemarin.
Epik meninggal dua hari setelah kematian adiknya Kadek Veren Merilia Putri atau lebih akrab dipanggil veren yang meninggal juga lantaran demam berdarah. Veren bocah keas 3 SD ini meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat dan sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rogojampi, Banyuwangi.
Hingga, Selasa (22/1/2008) jenazah dua bersaudara tersebut masih disemayamkan di rumah duka di Dusun Gumuk Agung Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi.
Kematian kakak beradik yang dikenal ramah pada tetangga tersebut tentu membuat kaget beberapa tetangga maupun pembantu yang pernah mengasuh keduanya sewaktu kecil.
"Saya tidak menyangka keduanya meninggal. Padahal, mereka anak-anak yang baik," kata Sumiyati pembantu korban sambil menangis tersedu-sedu.
Rencananya, hari Minggu besok, pihak keluarga korban akan mengadakan upacara ngaben untuk kedua jenazah tersebut.
Sementara, dokter Aman Wahyudi Direktur Rumah Sakit PKU Muhammdiyah, Rogojampi yang pernah merawat kedua korban mengaku kalau penanganan medis bisa dikatakan terlambat. Sebab pasien datang dalam kondisi sudah parah.
Bahkan, pihak RS PKU Muhammadiyah menyatakan, dalam bulan Januari ini sudah ada 22 pasien yang dirawat. Dan dua diantaranya meninggal dunia.
(bdh/bdh)











































