"Di daerah ini kerap terjadi longsor apalagi musim penghujan seperti saat ini," kata Musiati, pedagang bakso di daerah Piket Nol kepada detiksurabaya.com, Selasa (22/1/2008).
Menurut Musiati, bagi para pengendara motor dan mobil yang melintas kawasan ini saat hujan lebih baik menghentikan perjalanannya untuk mencari tempat yang aman. Karena longsor yang terjadi di 'piket nol' sulit diduga serta jalan yang licin akibat air bercampur tanah yang jatuh dari atas bukit.
Musiati menambahkan, longsor di 'piket nol' biasanya didahului turunnya bebatuan disertai lumpur dari atas bukit. Hal ini mengakibatkan pohon-pohon yang kering, roboh ke badan jalan.
Sementara, menurut penuturan Imron salah seorang warga yang juga pencari kayu, kondisi bukit di kawasan 'pikel nol' pada bagian atas gersang. "Jadi setiap hujan pasti kan terjadi longsor, baik dalam skala kecil maupun besar," ungkap Imron warga Candipuro.
Sementara itu, untuk menghindari terjadinya korban saat longsor terjadi di kawasan 'piket nol', Dinas Perhubungan Lumajang memasang berbagai rambu peringatan di sepanjang jalur Lumajang-Malang. (bdh/bdh)











































