Bahkan, Jalan Brigjen Katamso hingga Jembatan Ngeni mengalami rusak parah. Dari lubang yang ada, lubang yang paling parah memiliki diameter hingga 50 cm dengan kedalaman 20 cm.
Jika hujan turun, lubang itu terisi air. Bila tidak waspada, pengendara yang melalui lubang itu akan terjungkal. Itu dikarenakan kondisi licin dan banyak jalan yang bergelombang yang jaraknya berdekatan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, Selasa (22/1/2008), bagi pengendara motor perempuan, mereka memilih melambatkan laju kendaraannya.
"Kalau tidak dipelankan, badan sakit semua. Meski buru-buru pun saya tetap melambatkan kendaraan. Kalau tidak Saya bisa muntah-muntah," kata salah satu pengendara motor, Sri Rahayu kepada detiksurabaya.com saat mengisi BBM di SPBU Brigjen Katamso.
Selain berlubang dan bergelombang, jalan kawasan tersebut juga berdebu bila musim kemarau. Tentu saja hal ini membuat dilema warga sekitar atau pengendara yang melalui jalan tersebut.
"Sudah pokoknya lengkap. Kalau hujan pasti banyak orang jatuh karena jalan licin dan berlubang. Sedangkan musim kemarau, akses jalan itu berdebu," kata salah satu warga sekitar, Jupiter. (fat/fat)











































