Kepala Divisi Huma BP Migas Amir Hamzah menjelaskan dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (21/1/2008), lapangan ini dikelola JOB (joint operating body) Pertamina-PetroChina East Java.
Ledakan terjadi karena genset yang tengah beroperasi normal terkena gangguan semburan lumpur bor yang berasal dari connection line.
Pada saat kejadian, kegiatan pemboran dilaksanakan pada kedalaman 6.300 kaki dari target 7.164 kaki.
Akibat ledakan ini, satu orang dikirim ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, sementara ada 2 orang yang luka ringan dan mendapat perawatan awal.
Namun Amir menegaskan kejadian ini tidak akan mengganggu produksi karena lokasi sumur dimana terjadi ledakan masih dalam taraf pemboran.
"Tidak mengganggu karena masih taraf pemboran, kegiatan pemboran akan dilanjutkan kembali segera," kata Amir. (bdh/bdh)










































