Terisolasi, Stok Pangan Warga 2 Pulau di Sumenep Menipis

Terisolasi, Stok Pangan Warga 2 Pulau di Sumenep Menipis

- detikNews
Senin, 21 Jan 2008 16:55 WIB
Sumenep - Kepulauan Masalembu dan Kepulauan Sapeken di Kabupaten Sumenep, Madura masih dinyatakan terisolir, karena tidak ada kapal penumpang yang beroperasi selama satu bulan terakhir. Akibatnya, kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) semakin menipis dan harganya terus melangit.

Pelayaran menuju dua pulau itu, semula dilayani dua kapal perintis milik Pemprov Jatim, tapi sejak kontraknya berakhir akhir tahun 2007 lalu, maka tidak ada pelayaran laut.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Bahrus Surur, saat ditemui di kantornya Jalan Trunojoyo, Senin (21/1/2008) mengatakan, stok sembako di kepulauan saat ini semakin menipis dan harga beras kualitas jelek sudah dipatok Rp 5.500 per kilogram.

"Kondisi kepulauan Sapeken dan Masalembu betul-betul terosolir," tegas Bahrus politisi dari PAN Sumenep ini.

Bahrus mengusulkan agar pemerintah daerah segera mengatasi persoalan transportasi laut tersebut. Sebab, bila dibiarkan hingga satu pekan ke depan maka akan terjadi kelangkaan sembako. "Kalau sembako langka maka akan terjadi kelaparan di pulau," ujarnya.

Untuk itu, sebelum terjadi persoalan yang lebih parah, maka kapal milik Pemkab Sumenep segera mengalihkan rute pelayaran yang semula melayani Kalianget menuju Kangean, hendaknya bisa melayani Kalianget menuju Sapekan dan Masalembu.

Ia menambah, saat ada kapal perintis, kebutuhan sembako warga Sapeken disuplai dari Banyuwangi dan Bali, tapi saat tidak ada kapal, semuanya kebingungan.

Salah seorang pedagang sembako di Desa Masalima, Masalembu, H Imam saat dihubungi detiksurabaya.com mengatakan, stok beras yang ada hanya cukup untuk 10 hari ke depan. "Jika, cuaca tetap tidak bersahabat, maka akan terjadi kelangkaan beras," tuturnya.

Pada kondisi normal, kebutuhan beras untuk Masalembu mencapai 20 sampai 25 ton setiap dua hari. Selama tidak ada kapal perintis, pedagang menggunakan jasa perahu nelayan, tapi saat ini tidak berani karena cuaca buruk dan banyak nelayan yang hilang.

"Untuk harga beras kualitas sedang saat ini sudah dijual Rp 7 ribu per kilogram," ujar Imam.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumenep, Moh Hanafi, mengaku komisinya masih melakukan pembahasan untuk mensubsidi kapal milik pemkab agar bisa berlayar ke Masalembu.

"Ketika perintis tidak ada, maka kapal milik pemkab harus menambah rute pelayaran, tapi butuh subsidi dari pemkab untuk menutupi kerugian biaya operasional," katanya.

Sementara itu, Kadishub Sumenep, R Aminullah, mengakui jika saat ini Sumenep sedang membutuhkan kapal yang bisa melayani rute Masalembu dan Sapeken.

Menurut dia, tender ulang kapal perintis baru selesai bulan Maret. "Jadi, mohon dimaklumi dan pemkab tetap berusaha kebutuhan sembako terpenuhi dengan kapal milik pemkab," janji Aminullah saat ditemui di kantornya.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini