Salah seorang saksi mata, Zakariyah Yahya (47) warga setempat menyebutkan, kobaran api diduga berasal dari lampu templek rumah milik Naimah (48) yang bersebelahan dengan rumah korban Moh Agil.
"Upaya warga untuk memadamkan api sia-sia, karena selain keterbatasan air, juga di pulau tidak ada pemadam kebakaran," kata Zakariyah saat dihubungi wartawan dari Kota Sumenep.
Api yang mengamuk hingga 4 jam lebih mengakibatkan seluruh barang berharga dan perabot rumah milik korban hangus terbakar.
Jeritan tangis keluarga korban juga mewarnai saat kobaran api sulit dipadamkan. Lebih-lebih beberapa saat kemudian setelah mayat korban yang nyaris menjadi arang itu berhasil dievakuasi warga.
Bahkan, Sumarni (38), ibu korban juga sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat setempat. Sebelumnya, Sumarni juga nyaris tewas dengan tubuh luka bakar saat berusaha menyelamatkan anaknya yang sedang tidur pulas di dalam kamarnya.
"Dua pemilik rumah saat ini masih shock dan tidak mau bicara," pungkas Zakariyah.
Sementara, Kapolsek Sapeken, AIPTU Didik Moh Hartoyo, tidak bisa dihubungi saat akan dikonfirmasi tentang kebakaran yang menewaskan 1 orang korban itu. (bdh/bdh)











































