Harga Meroket, Terigu di Kediri Capai Rp 6.100

Harga Meroket, Terigu di Kediri Capai Rp 6.100

- detikNews
Sabtu, 19 Jan 2008 12:00 WIB
Kediri - Puluhan pengusaha roti dan kue di Kota Kediri dan sekitarnya terancam gulung tikar. Hal ini dipicu setelah harga tepung terigu terus mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir.

Mereka mengaku terpaksa mengurangi jumlah produksi, meski tidak banyak membantu mempertahankan usahanya.

Salah satu pengusaha roti bakpau, Surono (41) yang ada di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengaku saat ini, jumlah produksinya mengalami penurunan, karena jumlah penjuala juga merosot.

"Dulu saat harga terigu normal, saya bisa memproduksi 1.300 butir perhari dari 50 kilo terigu. Sekarang 800 butir saja terkadang tak habis," keluhnya, Sabtu (19/1/2008).

Dijelaskan oleh dia, menurunnya jumlah produksi dikarenakan penjualan roti bakpau pruduksinya terus mengalami kemerosotan. Karena ukurannya yang diperkecil.

"Sekarang konsumen banyak yang nggak mau beli karena ukurannya saya kecilkan. Tapi itu satu-satunya cara agar kami bisa bertahan. Sebab kalau harga yang kami naikkan, sama saja kami bunuh diri," lanjutnya.

Harga tepung terigu saat ini, menurut Surono, berada di kisaran Rp 152.500 persak atau Rp 6.100 perkilo. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar 30% dari kondisi normal sekitar Rp 142.500 persak atau Rp 5700 perkilo.

Ironisnya, lanjut Surono, kenaikan harga saat ini tersebut merupakan kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir, setelah sebelumnya tepung terigu juga mengalami kenaikan Rp 200 hingga Rp 500 pekilo.

Surono berharap, dalam waktu dekat ada intervensi pemerintah dalam menstabilkan harga tepung terigu di pasaran. Bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka puluhan pengusaha roti dan kue di Kota Kediri akan gulung tikar. Hal ini diperparah dengan tak kunjung cairnya bantuan modal dari pemerintah daerah.

"Pemerintah harus turun tangan dalam menstabilkan harga terigu. Menurut kami, idealnya harga tepung terigu pada kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu agar kami tetap bisa bertahan," kata Surono serius. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait