Perahu Motor Salju Emas Hilang di Perairan Masalembu

Perahu Motor Salju Emas Hilang di Perairan Masalembu

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2008 09:46 WIB
Sumenep - Perahu Layar Motor (PLM) Salju Emas berpenumpang 27 orang serta 3 orang anak buah kapal (ABK) hilang sejak melakukan pelayaran dari Pelabuhan Desa Masalima, Kecamatan Masalembu menuju Pelabuhan Gersik Putih, Kalianget, Sumenep, Madura pada, Senin (14/1/2008) sekitar pukul 14.00 WIB lalu.

PLM Salju Emas milik Ny Masdiyah (45) warga Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu tersebut seharusnya tiba di tempat tujuan pada Selasa (15/1/2008) pukul 04.00-05.00 WIB, tapi hingga Jumat (18/1/2008) belum diketahui keberadaannya.

Kepala Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Mailiyanto mengatakan, sejak Selasa kemarin, keluarga besar penumpang dan pemilik PLM Salju Emas telah menghubungi telepon genggam sebagian penumpang namun tidak ada satupun yang berhasil dihubungi. "Semua telepon genggam mereka tidak ada yang aktif," kata Mailiyanto saat ditemui di kantornya.

Ia mengaku belum tahu bagaimana nasib para penumpangnya yang mayoritas warga Sukajeruk, Masalembu dengan tujuan Sumenep untuk berbelanja kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako).

Para penumpanya, selain membawa barang bawaan seperti kelapa juga buah kelapa dan drum bahan bakar minyak (BBM) kosong.

"Kami hanya berdoa semoga tidak terjadi apa-apa, karena sudah lima hari belum diketahui nasipnya," ujar Mailiyanto .

Sementara, Kepala Kantor Pelayaran Masalembu, Kabupaten Sumenep, Syaiful, mengatakan, sejak ada laporan PLM Salju Emas hilang telah berusaha menghubungi semua Syahbandar, seperti Kangean, Sapeken, Sapudi bahkan mengkoordinasikan dengan Administrator Pelabuhan (Adpel) Koordinator Surabaya. 

"Untuk memantau keberadaan PLM Salju Emas itu kami memaksimalkan Radio Pantai," tegasnya.

Sebenarnya, kata Syaiful, sejak 14 sampai 17 Januari, perairan Laut Jawa termasuk Masalembu gelombang laut sangat membahayakan pelayaran. "Prediksi BMG, gelombang laut mencapai dua meter," ujarnya.

Tapi, masih ada pemilik PLM yang nekat untuk melakukan pelayaran. Padahal, Pelabuhan Masalembu menuju Pelabuhan Gersik Putih dengan jarak 112 mil laut itu harus ditempuh 12 sampai 14 jam dengan PLM.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Pelacakan Informasi Masyarakat Sumenep (LSM Puslimas), Maktub Syarif meminta pihak adpel agar tidak ceroboh memberi izin pelayaran kepala pemilik PLM jika cuaca laut membahayakan pelayaran.

"Tolonglah, izin pelayaran itu diperketat biar tidak terjadi kecelakaan di laut," tegas Maktub.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait