"Korban harus dibawa ke rumah sakit di Surabaya agar pelurunya bisa diambil," kata Yurika, dokter jaga di RSUP Dr Soedono Madiun, Kamis (17/1/2008).
Sementara, polisi pelaku penembakan yaitu Briptu Joko Sutrisno adalah anggota Polsek Kebayoran Baru Jakarta. Pelaku hingga saat ini masih diamankan di Polresta Madiun untuk menjalani pemeriksaan.
Dari data yang dihimpun detiksurabaya.com, Joko Kuncoro korban penembakan adalah sekretaris jenderal (Sekjen) DPD Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) Madiun yang sedang mengamen diatas bus AKAS jurusan Ponorogo-Surabaya.
Hingga saat ini pihak kepolisian belum bersedia memberikan konfirmasi dan penjelasan terkait penembakan tersebut. Sementara itu, dua orang saksi yaitu kernet bus dan penjaja makanan yang saat itu melihat kejadian penembakan masih diperiksa sebagai saksi di Polresta Madiun.
Joko Kuncoro ditembak oleh Briptu Joko Sutrisno di atas bus saat akan menarik uang usai dia mengamen. Namun karena mungkin tersinggung oleh perkataan Joko Kuncoro "tolong rasa sombong dibuang dulu agar Indonesia tidak sakit hati", petugas polisi Polsek Kebayoran Baru itu mengeluarkan pistol dan menembak korban. (bdh/bdh)











































