"Saya sudah dengar soal hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI. Itu hukuman sepihak, pembelaan kami tidak di dengar lebih dulu," ungkap salah satu pentolan Aremania, H. Slamet Syamsul Harim, saat dihubungi detiksport, Kamis (17/1/2008).
Hingga saat ini Arema belum secara resmi memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terkait jatuhnya sanksi cekal selama tiga tahun. Namun permohonan banding dipastikan bakal jadi jalan yang ditempuh.
"Kami masih akan berkordinasi dengan teman-teman. Secepat itu hukuman dijatuhkan. Bisa juga kita menggelar demo besar-besaran tapi semuanya masih perlu dibicarakan dengan rekan-rekan yang lain," lanjut H. Slamet.
Aremania juga mempertanyakan standar ganda yang diterapkan Komdis PSSI terhadap pelanggar aturan.
"Saya bukannya benci The Jak dan Persija atau Bonek (Persebaya), yang saya tanyakan adalah ketegasan dan keadilan PSSI. Di Senayan mereka membuat kerusuhan malan jadi suporter terbaik, sementara di Surabaya Bonek juga sempat rusuh dan apa hukumannya," lanjut dia setengah bertanya.
Bukan cuma Malang yang dirugikan dengan vonis cekal tiga tahun yang dijatuhkan Komisi Disiplin, lebih luas hukuman tersebut juga menyakiti hati seluruh warga Kota Malang.
"Sanksi ini sama saja dengan sama dengan menghukum orang se-Malang Raya. Saya tak tahu ada apa ini dan kenapa sanksi bila jatuh dengan sangat cepat, palunya sudah diketuk," ungkap pentolan Aremania yang lain, Rumanaji. (din/bdh)











































