Beberapa warga Kota Kediri yang ditemui detiksport mengaku ulah anarkis Aremania tersebut sangat menganggu aktifitas sehari-hari mereka.
"Kemarin jam 4 sore saya terpaksa sudah tutup, padahal jam-jam itu warnet saya sedang rame-ramenya. Saya minta Arema tidak lagi boleh bertanding disini," kata Edwin (23), pemilik warnet di Ruko Stadion Brawijaya, Kamis (17/1/2008).
Pendapat senada juga disampaikan beberapa warga yang ditemui di tempat berbeda. Umumnya merea mengutuk aksi anarkis Aremania tersebut.
"Saya mengutuk keras aksi anarkis tersebut. Bikin orang takut saja," kata Wijanarko, seorang pegawai swasta di wilayah Kota Kediri.
"Sudah keduakalinya mereka membuat ulah disini, dan saya minta itu bisa dijadikan pelajaran untuk siapa saja agar tak lagi mengijinkan Arema dan Aremania datang ke Kediri," kata Sudarsih, seorang guru di salah satu SMA Negeri di Kota Kediri.
Secara terpisah Kapolresta Kediri, AKBP putu Djayan Danuputra saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya juga mengatakan hal senada. Saat ditanya mengenai kemungkinan pihak kepolisian meminta agar Arema dan Aremania tak lagi datang ke Kota Kediri, Putu mengaku pihaknya akan meminta hal tersebut kepada otoritas sepakbola Indoensia.
"Ya sudah pasti demikian. Namun hal itu juga atas kesepakatan dengan pihak Pemerintah Kota Kediri sebagai pemilik Stadion," jelas Putu Djayan Danuputra. (din/bdh)











































