Akibat letusan senjata api itu, lengan tangan kanan korban langsung mengucurkan darah segar. Kini korban sudah mendapatkan perawatan di RSUP Dr Sudono Madiun.
Menurut penuturan Joko, saat itu dirinya mulai mengamen dari by pass Madiun. Setelah menyanyikan dua lagu, kemudian dia bermaksud menarik uang kepada para penumpang.
"Setelah saya mengatakan tolong rasa sombong dibuang dulu agar Indonesia tidak sakit hati, kemudian saya mulai meminta uang pada penumpang dari arah depan ke belakang. Namun saat saya sampai bangku tengah kanan, seseorang dengan mengenakan jaket hitam menyuruhnya turun dari bus," ungkap Joko sambil menahan rasa sakit.
Joko melanjutkan ceritanya, sesaat setelah mendapat bentakan dari oknum itu, dirinya kemudian bermaksud turun dari bus. Namun tidak disangka, tiba-tiba oknum tersebut mengeluarkan senjata api dan langsung menembaknya.
Begitu mengetahui lengan Joko berdarah akibat tembakan itu, pengamen naas itu kemudian ditolong oleh para penumpang dan crew bus untuk diturunkan di Terminal Purboyo Madiun. Sesampai di terminal, Joko kemudian dibawa oleh petugas dinas perhubungan ke RDUP Dr Sudono.
Sementara, menurut keterangan Purbo Buwono salah seorang saksi yang bertugas di peron Terminal Purboyo Madiun, saat itu korban dibantu oleh para penumpang turun dari bus. Kemudian korban dibawa oleh petugas polisi ke rumah sakit. "Saat itu tangan korban terus bercucuran darah akibat tembakan," ujar Purbo.
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki peristiwa penembakan itu. Dan seserang yang diduga oknum polisi itu saat ini masih dimintai keterangan di Polres Madiun. (bdh/bdh)











































