Alasan penyesalan tersebut klasik, yaitu membengkaknya biaya akomodasi karena harus bertahan lebih lama di hotel. Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Bambang Supeno mengaku pihaknya harus menanggung beban yang begitu berat karena penundaan ini mengakibatkan pengeluaran biaya akomodasi timnya membangkak.
"Manajemen hanya menganggarkan Rp 20 juta sampai tanggal 20 Januari saja. Kalau seperti ini kami harus bagaimana," keluh Bambang kepada Direktur BLI, Djoko Driyono saat manager meeting antara BLI, manajer Tim dan Panpel Persik di Ruang Kilisuci Pemkot Kediri, Kamis (17/1/2008) dinihari WIB.
Disebutkannya pula, kalau penundaan jadwal ini juga berimbas pada terpecahnya konsentrasi tim dalam menjalani babak 8 besar Liga Indonesia. "Kru kami sangat terbatas, jika harus sering gonta-ganti hotel, siapa yang akan mengurusnya," lanjut dia.
Pernyataan serupa juga disampaikan Pelatih PSMS Medan Fredi Mully dan Pelatih Persiwa Wamena Joko Santoso. Menurutnya, terjadinya penundaan tak seharusnya berimbas pada tim lain yang tak tersangkut kerusuhan.
Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, pihak BLI mengaku belum bisa mengambil tindakan apapun. Pembahasan baru akan dilaksanakan di lain waktu. "Mungkin terkait membengkaknya biaya operasional tim akan kita bicarakan seusai forum ini selesai," kata Djoko Driyono. (krs/bdh)











































