"Senjata api itu barang organik yang tak bisa saya tinggalkan ke manapun saya pergi," kata Jhon R Banua, saat ditemui seusai mengikuti rapat antara BLI, Manajer Tim dan Panpel Persik di Ruang Kilisuci Pemkot Kediri, Kamis (17/1/2008) dinihari WIB.
Menurutnya keputusan menembak ke arah udara tersebut dilakukan karena tegang menghadapi kerumunan Aremania yang secara tiba-tiba menyerbu masuk ke dalam stadion.
Selain itu, cara tersebut dilakukannya dengan maksud sebagai perlindungan terhadap dirinya dari kemungkinan mendapatkan serangan dari Aremania.
"Semua belum bisa saya katakan karena saya mengantuk sekali. Tapi yang jelas itu saya lakukan untuk melindungi saya dan tim," katanya.
Seperti diketahui, di saat terjadi kerusuhan di dalam Stadion Brawijaya akibat ulah Aremania, terdengar suara letusan dari senjata api sampai beberapa kali. Suara letusan tersebut sempat membuat para penonton lari berhamburan untuk menghindari sumber letusan. (bdh/bdh)










































