Banjir lahar dingin yang melewati Sungai Cokro ini menyebabkan jembatan sepanjang 20 meter itu patah menjadi 3 bagian pada, Senin malam lalu. Sedangkan, pondasi jembatan ambrol tak berbentuk. Padahal, jembatan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan dua desa ini.
Meski sebagian warga harus berjalan memutar, namun, ada juga warga yang nekat menyeberang melintas di Sungai Cokro yang rata-rata ketinggian airnya mencapai 50 centimeter. "Ya terpaksa mas, dari ada memutar jauh," kata Wahyudi salah satu warga Desa Jeru, Rabu (16/1/2008).
Selain akibat diterjang lahar dingin Gunung Semeru, putusnya jembatan ini diduga juga akibat adanya aktivitas penambangan pasir liar di Sungai Cokro.
Untuk itu warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Malang secepatnya membangun kembali jembatan yang terputus. Karena apabila kondisi jembatan dibiarkan seperti ini, maka aktivitas perekonomian di desa itu akan terganggu.
(bdh/bdh)










































