Bukit Curah Mas Jember Longsor, 500 KK Terancam

Bukit Curah Mas Jember Longsor, 500 KK Terancam

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 17:05 WIB
Jember - Musibah tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur. Sembilan titik di Bukit Curah Mas, yang terletak di Desa Pace dan Mulyorejo, Kecamatan Silo mengalami longsor akibat gerusan hujan.

Longsor yang terjadi di Petak 17 di Desa Pace dan Petak 18 pada Desa Mulyorejo, Rayon Pemangku Hutan (RPH) Perum Perhutani itu menyebabkan terputusnya jalan desa yang menghubungkan Desa Mulyorejo dengan desa-desa lainnya.

Meski lokasi longsor jauh dari rumah warga, tetapi kondisi itu tetap mengkhawatirkan. Sebab, di bawah bukit tadi, terdapat rumah-rumah penduduk, yang dihuni sekitar 500 Kepala Keluarga (KK).

Seorang warga Desa Mulyorejo, Munir, mengatakan longsor terjadi akibat guyuran hujan deras di daerahnya sejak sepekan lalu. "Akibat longsoran itu, jalan penghubung desa sejak akhir pekan lalu terputus," kata MUnir, Rabu (16/1/2008).

Akibatnya, untuk melewati jalan tadi masyarakat menuntun kendaraannya. Padahal, di sebelah kiri longsoran tersebut, terdapat jurang yang sangat curam. Munir menambahkan, longsor dikarenakan bukit itu telah
gundul.

Pohon-pohon yang seharusnya menyangga tanah miring, gundul digantikan dengan tanaman jagung dan palawija. Ironisnya,lahan yang sebetulnya dikuasai Perum Perhutani

Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jember itu dibabat oknum yang berasal dari kota lain seperti Banyuwangi. Sementara masyarakat desa setempat, hanya bertindak sebagai buruh yang mengerjakan lahan. Munir mengaku
semakin kesal, karena ketika terjadi longsor yang banyak dirugikan adalah warga desanya.

Administratur Perhutani Jember, Taufik Setyadi menegaskan pihaknya akan memerangi oknum warga yang terus menanami lahan Perhutani dengan tanaman jagung. "Jika tidak ditanami tanaman keras maka akan kita tindak tegas," katanya.

Apalagi Bupati Jember, MZA Djalal juga sudah menginstruksikan agar warga tidak menanami hutan dengan tanaman jagung dan palawija. (gik/gik)
Berita Terkait