Menurut Windi Karyawan Toko Mulia Jaya salah satu Agen Minyak Goreng di Jalan Adi Sucipto mengaku jika kenaikan minyak goreng telah terjadi sejak pekan kemarin.
Harga minyak goreng semula untuk jenis curah cap ikan dorang hanya Rp 9.500/kg sedang migor curah jenis uliin Rp 8.000/kg, namun pada hari-hari berikutnya harga tersebut merangkak naik.
Hingga akhirnya hari ini minyak goreng cap ikan dorang mencapai Rp 12575/kg sedang jenis uliin mencapai Rp 9.525/kg. "Kita juga tidak tahu kenaikan harga ini akibat pengaruh apa, mungkin akibat kenaikan CPO bahan baku migor sebelum natal dan tahun baru lalu," jelasnya pada detiksurabaya.com, Rabu (16/1/2008)
Akibat naiknya harga minyak goreng tersebut pembelian ditingkat konsumen dan pengecer juga mengalami penurunan, sehingga pasokan minyak yang diterimanya habis dalam waktu yang lama.
Dalam setiap kali kiriman tokonya menerima pasokan migor dari Surabaya sekitar 60 drum, yang setiap drumnya berisi 180 kg. Pada keadaan normal pasokan tersebut akan habis dalam waktu sekitar 2-3 hari, kalau saat ini pasokan akan habis dalam waktu seminggu bahkan lebih.
"Bukan kami saja yang menaikan harga tapi itu sudah naik dari tingkat distributor di Surabaya," tuturnya. Hal senada juga diungkapkan Muklas (45). Pedagang di Desa sumberingin Kecamatan Ngunut kabupaten Tulungagung ini menyatakan akibat naiknya harga migor, umumnya konsumen cenderung membatasi pembelian, sehingga migor yang dibelinya dari distributor ngendon.
Dengan kondisi ini dirinya juga membatasi pembelian karena takut jika sewaktu-waktu harga turun dan minyak yang dibelinya belum habis dirinya pasti akan merugi.
"Dalam sepekan ini harga selalu berubah-ubah, bahkan kemarin harga migor dalam sehari harganya berubah 3 kali" ujarnya. Ditambahkannya jika sebagai pedagang eceran dirinya menjual kembali minyaknya dengan harga Rp 13.000/kg untuk migor curah cap Ikan Dorang dan Rp 10.000/kg untuk migor jenis uliin sehingga mengambil keuntungan dari harga pembelian sekitar Rp 500/kg.
"Sekarang ini pendapatan kita turun banyak hingga 50 persen. Tidak tahu sampai kapan harga migor edan-edanan ini," kata Muklas. (gik/gik)











































