Imbas Harga Kedelai, Produsen Kecap Naikkan Harga

Imbas Harga Kedelai, Produsen Kecap Naikkan Harga

- detikNews
Rabu, 16 Jan 2008 15:08 WIB
Bojonegoro - Meski belum terkena imbas dengan kenaikan harga kedelai hitam, pengusaha kecap di Bojonegoro mulai menaikan harga kecap produksinya. Kenaikan harga ini untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku utama kecap.

"Harga terpaksa saya naikkan mulai 3 hari lalu. Sebelumnya Rp 3.600 per botol, sekarang Rp 3.700 per botol. Itu saja banyak konsumen yang mengeluh," kata Suwadji (84) pemilik pabrik kecap Tawon saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya di Jalan Hayam Wuruk, Bojonegoro, Rabu (16/1/2008).

Suwadji, yang menekuni bisnis kecap sejak tahun 1946 ini rata-rata memproduksi sekitar 400 botol kecap dalam sehari. Produk yang diberinya cap Tawon itu didistribusikan di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

Sayangnya, hingga saat ini Suwadji belum tahu berapa harga terbaru kedelai hitam. Sebab, dia hingga saat ini persediaan kedelai hitam yang dibelinya sejak 2 bulan lalu masih mencukupi untuk produksinya.

"Khusus untuk kecap pakai kedelai hitam. Saya nyetok sejak 2 bulan lalu. Saya beli dari jember 6 ton. Sampai sekarang masih cukup sampai 3 bulan," jelas Suwadji.

Meski kedelai hitam yang digunakan adalah stok lama sebelum harga kedelai melambung, tapi Suwadji tetap menaikkan harga jualnya. Sebab kalau harga tetap, maka dia khawatir tidak akan bisa kulakan kedelai lagi ditengah kenaikan harga kedelai.

"Saya belum perlu beli kedelai lagi, jadi saya tidak tahu harga sekarang. Kalau 2 bulan lalu waktu saya beli 6 ton harga masih Rp 5.300 per kg. Itupun lebih mahal dibanding kedelai kuning yang buat tahu dan tempe," tambah warga Kelurahan Karang Pacar, Bojonegoro ini. (bdh/bdh)
Berita Terkait