Bayi malang tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan, terbungkus tas plastik. Saat ditemukan, kepala bayi pecah, sementara ari-arinya juga belum terlepas dan masih melilit perut. Diduga sebelum dibuang, bayi tak berdosa itu terlebih dulu dibunuh.
Penemu mayat bayi, Hambran Supardi, memperkirakan bayi malang itu baru dibuang diatas pukul 12.00 WIB siang tadi. Sebab setiap hari, dirinya mengambil sampah disiang dan sore hari. "Siang tadi saya sudah mengambil sampah, tapi belum ada mayat," kata Hambran.
Hampir 1 jam setelah ditemukan, sejumlah petugas Kepolisian Sektor Magersari, Kota Mojokerto, baru datang ke lokasi. Beberapa orang yang biasa mangkal di Terminal Kertajaya, dimintai keterangan. "Tidak ada pengamen atau pedagang yang hamil," kata Ulumuddin 29), pedagang asongan kepada polisi.
Setelah mengidentifikasi mayat, polisi tidak segera membawa mayat dengan alasan menunggu Mobil Ambulance RSU Doktor Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto. Padahal setelah polisi mengidentifikasi mayat, hujan mengguyur kawasan itu.
Penemuan mayat bayi itu, menjadi perhatian tersendiri para calon penumpang. Sebelum berangkat atau setelah turun bus, banyak penumpang datang melihat mayat bayi. Hingga hari semakin petang, mayat bayi itu masih belum dibawa. Sementara hujan juga terus mengguyur.
(bdh/bdh)











































