Selain mogok, puluhan pengusaha itu menghentikan semua kendaraan pick up yang diduga membawa tahu asal Kecamatan Wongsorejo, yang akan dijual ke Banyuwangi Jalan Yos Sudarso.
Aksi ini dilakukan sebagai wujud kesengsaraan mereka mahalnya harga kedelai. Padahal mereka sangat tergantung pada kedelai lokal yang saat ini harganya mencapai Rp 8 ribu perkilo.
"Tentu saja melambungnya harga kedelai ini membuat kami sebagai pembuat tahu dan tempe kesal dan melakukan aksi mogok produksi," kata Ketua Paguyuban Pengusaha Tahu Tempe, Muhammad Badri kepada wartawan, Selasa (15/1/2008).
Ini dilakukan, kata dia, agar masyarakat bisa memahami kondisi saat ini yang serba mahal. Selain itu, diharapkan para pengusaha tahu dan tempe bisa membuat kesepakatan tentang harga baru.
Sebab, tegas Badri, meski berbahan sama masih ada penjual tahu asal Kecamatan Wongsorejo bernai memberi harga lebih murah.
"Mereka berani menjual dengan harga murah, lebih murah Rp 500 dari penjual asal banyuwangi kota," tambahnya.
Sedangkan asal Selo, salah satu penjual tahu asal Kecamatan Wongsorejo-Banyuwangi memilih mengalah dan kembali ke rumahnya.
Sebab, dirinya khawatir jika tetap nekat masuk Kota Banyuwangi, tahu jualannya akan dibuang oleh para pengusaha tahu lainnya.
Sementara pengusaha tahu dan tempe mengaku akan tetap melakukan aksi serupa, hingga ada kesepakatan baru antar pengusaha tahu Banyuwangi dan Wongsorejo. (fat/fat)










































