Sumber NU yang mengikuti pertemuan itu menyebutkan, pertemuan ini dilakukan untuk membahas soal kontrak Jamiyah yang ditandatangani KH Ali Maschan Moesa setelah terpilih sebagai Ketua PWNU di Probolinggo beberapa waktu lalu.
Dalam kontrak itu disebutkan, ketua PWNU terpilih dilarang berkecimpung dalam dunia politik dan hanya konsentrasi menata NU. "Ada yang berpendapat, sebagai warga negara Ali Maschan Moesa bisa melaju," jelasnya.
Usai pertemuan, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar menyampaikan pertemuan pengurus NU di Jawa Timur ini bertujuan menjaring aspirasi PCNU mengenai Pilgub. Sejauh ini, belum ada nama yang akan diajukan atau didukung oleh NU.
"Karena NU di Jawa Timur memiliki suara besar maka kita perlu membicarakannya agar tidak salah pilih," ujarnya.
Sayang, dia enggan membeberkan hasil pertemuan itu. Alasannya, hasilnya masih mentah dan akan dilanjutkan dengan pembahasan intensif oleh Rois Syuriah. Sikap NU, kata Miftachul, perlu dirumuskan agar warga NU tidak salah pilih. "Kita harus memilih pemimpin yang memahami NU," jelasnya.
Sebab, selama ini suara NU selalu jadi rebutan tetapi warga NU tidak pernah mendapatkan keuntungan yang jelas. Sebelumnya, banyak yang mendekat ke NU dan langsung comot sehingga NU tidak berdaya. "Bila perlu, ada penyampaian visi-misi calon Gubernur ke warga NU. Syukur-syukur ada kader NU menempati posisi orang nomor satu," urainya.
Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi yang turut hadir dalam pertemuan iitu berpesan agar persatuan warga NU yang terbina selama ini tidak terpecah belah hanya gara-gara Pilgub. "Semua pihak, ulama harus menciptakan kerukunan antar umat dan membina ukuwah ulama," tuturnya.
Pertemuan ini, berlangsung sekitar 5 jam dimulai pukul 11.00 WIB. Ketua PWNU KH Ali Maschan Moesa tidak hadir dalam pertemuan ini. Selama PIlgub Jawa Timur, Ali Maschan Moesa dilirik sejumlah calon agar mendampinginya dalam Pilgub Jawa Timur 2008.
(bdh/bdh)











































