Kedua korban itu yakni Amir (19) dan Yudi (21) warga Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Mereka pun dibawa dan dirawat di RSU Doktor Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto.
Kepada detiksurabaya.com, saksi sekaligus teman kerja korban, Sugianto mengaku besi konstruksi bangunan pasar tersebut sudah rusak. "Saat dibongkar, besi tua itu menimpa para pekerja di bawahnya," kata Sugianto.
Kala itu sekitar 5 pekerja tepat berada di bawah besi yang dibongkar. Saat besi ambruk dan runtuh menimpa 2 pekerja, 3 pekerja lainnya sama sekali tidak terluka. "Namun saya tetap panik dan kaget," ujarnya.
Beberapa saat setelah tertimpa besi, kedua korban lalu dibawa ke Unit Gawat Darurat RSU Doktor Wahidin Sudirohusodo Mojokerto. Keduanya diharuskan menjalani rawat inap, karena terluka di bagian kepala dan patah tulang.
Sejauh ini belum diketahui pelaksana pembangunan pasar ikan Kecamatan Prajuritkulon. Teman-teman kedua korban juga bingung, tentang klaim biaya perawatan di RSU. "Kami kerja borongan mas, tidak tahu biayanya tanggungjawab siapa," jelasnya. (fat/fat)










































