Mitan di Sidoarjo Mulai Langka

Mitan di Sidoarjo Mulai Langka

- detikNews
Jumat, 11 Jan 2008 10:13 WIB
Sidoarjo - Harga minyak tanah (Mintan) di sejumlah tempat di Sidoarjo merangkak naik. Di pasaran harga mintan saat ini mencapai Rp 3 ribu per liter. Padahal sebelumnya hanya Rp 2.300. Tingginya harga minyak tanah (Mitan) ini diperkirakan akibat adanya porgram konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Selain mengalami kenaikan Rp 700 per liternya, minyak tanah juga mulai sulit didapatkan. Di agen minyak tanah yang berada di beberapa daerah sekitar Kota Sidoarjo persediaannya sangat terbatas.

Seperti yang dialami oleh warga Desa Siring Barat Kecamatan Porong, Sidoarjo. Minyak tanah sudah jarang ditemui sejak dua hari lalu. Kelangkaan ini membuat resah ratusan ibu-ibu mengingat minyak tanah satu-satunya bahan bakar pokok rumah tangga.

"Bagaimana bisa masak dan membuat makanan untuk keluarga kalau kompornya tidak ada isinya," kata Suhariani, warga RT 2 RW 1 Desa Siring Barat kepada detiksurabaya.com, Jumat (11/1/2008) pagi.

Di RW 1 Desa Siring tercatat RT 1, 2, 3 dan RT 12 mulai merasakan kelangkaan minyak tanah. Penyebab kelangkaan dan tingginya harga mitan karena program konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Ketika program konversi dijalankan, minyak tanah secara bertahap dikurangi dari pasaran. Ironisnya ketika minyak tanah mulai ditarik dari pasaran, kompor gas masih belum banyak didapatkan masyarakat.

"Padahal dulu desa kami sudah dijanjikan akan mendapatkan kompor gas, namun hingga saat ini kami belum mendapatkan kompor gas itu. Persyaratan untuk mendapatkan kompor gas, seperti mengumpulkan KSK (Kartu Susunan Keluarga) sudah kami lakukan," ungkap Suhariani.

Selain di Porong, kelangkaan mitan juga terjadi di kawasan Siwalayan Panji, Buduran. Mitan yang dulunya mudah dicari, saat ini pelan-pelan mulai menghilang dari kios-kios.
(stv/bdh)
Berita Terkait