Puas konvoi, mereka memarkir becak dengan tertib di sekitar Alun-Alun. Mereka kemudian duduk bersila Dengan beralaskan karpet ditengah jalan. Para tukang becak ini mengenakan peci warna putih secara khusuk
membacakan tahlil.
H Sidiq, ulama setempat memimpin jalannya do'a dan tahlil. Para tukang becak itu mengikuti bacaan doa tahlil secara serempak. Acara yang diikuti tukang becak di Bangil ini menarik perhatian masyarakat. Jalanan di sekitar Alun-Alun sempat macet, karena banyak warga yang menonton aktivitas doa itu.
Salah seorang tukang becak bernama Misdi menyampaikan simpati terhadap Soeharto yang kini sedang didera sakit. Mereka berharap Soeharto segera sembuh sambil mengenang waktu kepemimpinan Soeharto. "Dulu jamannya pak Harto barang-barang murah, pekerjaan mudah," katanya polos.
Di depan alun-alun Bangil mereka memaasang spanduk warna putih berukuran besar bertuliskan 'Do'a untuk kesembuhan Mbah Harto'. Aksi ini berjalan singkat sekitar 60 menit dengan pengamanan petugas kepolisian dan Satpol PP seetempat. (gik/gik)










































