Kedua korban tewas, yaitu Agus Hartanto (32) dan Srianah (28), warga Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sedang anaknya, Dimas (6) selamat dan dirawat di Puskesmas Kecamatan Sooko. Dimas hanya mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki.
Menurut Arif Setiawan (31)m salah seorang saksi yang bekerja di bengkel motor di Jalan Raya Brangkal, saat itu motor bernomor polisi L 2706 JB yang ditumpangi Agus dan Srianah melaju dari arah Surabaya, sekitar pukul 07.30 WIB. "Saat itu kondisi lalu lintas masih sepi," kata Arif kepada detiksurabaya.com di lokasi kecelakaan.
Tiba-tiba terdengar suara benturan cukup keras, antara motor dengan truk gandeng bernomor polisi L 8709 UR, yang mengangkut pupuk ke arah Boyolali Jawa Tengah. "Saat saya lihat, ternyata ada motor di bawah bak truk, dengan 2 orang terjepit roda, sedang seorang anak terpental," kata Arif menambahkan.
Evakuasi kedua korban yang terjepit roda truk gandeng, membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kondisi mengenaskan dialami Agus, saat sebagian tubuhnya tergencet roda hingga berputar ke atas, persis di bawah bak truk gandeng bagian belakang.
Sementara Srianah, isteri Agus, terlindas roda bak belakang bagian depan sebelah kanan. Kedua mayat tersebut lalu dibawa ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo.
Sejauh ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kabupaten Mojokerto belum memastikan penyebab kecelakaan. Sopir truk gandeng, Toha (42), masih diperiksa di kantor satlantas.
Kecelakaan itu juga menyebabkan arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Jombang di jalur By Pass, macet hingga sekitar 3 kilometer.
(bdh/bdh)











































