TKW Blitar Dilaporkan Hilang di Arab Saudi

TKW Blitar Dilaporkan Hilang di Arab Saudi

- detikNews
Selasa, 08 Jan 2008 19:50 WIB
Blitar - Siti Mutiah (30) seorang TKW asal Kabupaten Blitar yang bekerja di Arab Saudi dilaporkan hilang setalah pihak keluarga tidak tahu keberadaannya sejak 3 bulan terakhir.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Perluasan Kerja dan Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar, Muladi, Selasa (8/1/2008).

Menurutnya, berdasarkan laporan Bani (55) orang tua korban yang berasal dari Desa Dermojayan RT 2 RW 1 Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, anaknya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Arab Saudi sejak Oktober tahun 2002 lalu, sering mendapat perlakuan kurang manusiawi dari majikannya.

Informasi ini diketahui berdasarkan komunikasi terakhir korban dengan pihak keluarga pada Oktober 2007 lalu. Saat itu korban mengeluh menderita sakit akibat perlakukan kasar dari majikannya. Bahkan akibat perlakuan kasar itu, korban harus dirawat intensif selama 2 kali di rumah sakit.

Muladi menambahkan, dalam percakapan melalui telepon itu, Siti menceritakan semua perlakuan kasar majikannya dengan menampar atau memukul korban dengan benda keras. Selain itu, pada waktu libur korban juga tidak diberikan kesempatan untuk ke luar rumah seperti halnya pembantu rumah tangga lain.

Parahnya lagi, ketika kontrak pertama korban dengan majikan habis, korban tidak diizinkan pulang. Padahal korban sudah sangat tersiksa dengan perlakuan kasar majikanya. "Mengetahui hal itu akhirnya pihak keluarga menyuruh Siti untuk segara pulang ke Indonesia," jelas.

Sayangnya, selang beberapa minggu pihak keluarga mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan korban. Pihak keluarga menduga majikan korban melarang korban menerima telepohon ataupun berkirim surat.

Sayangnya, meski pihak disnakertrans sudah memanggil PJTKI hingga kini belum mendapat tanggapan serius. Meski begitu, dinas tenaga kerja tetap berupaya memberikan laporan pada BP2TKI Provinsi Jawa Timur maupun Pusat untuk meminta bantuan penyelidikan kasus tersebut.
(bdh/bdh)
Berita Terkait