"Masih terputus. Ketinggian air kira-kira sekitar 20 centimeter," kata Kapolsek Widang, Tuban Iptu Nur Asik saat dihubungi detiksurabaya. com, Selasa (8/1/2008) pukul 09.50 WIB.
Jalur pantura di Widang, Tuban terputus selain akibat luapan Bengawan Solo juga akibat jebolnya tanggul di Desa Tegalsari selebar 50 meter.
Untuk itu seluruh lalu lintas dari arah Surabaya yang akan menuju Tuban masih dialihkan melalui jalur Sidayu, Paciran, Brondong menuju Tuban.
Selain itu bagi masyarakat yang sudah terlanjur memasuki Babat, Lamongan dialihkan melalui Bojonegoro, Rengel, Tuban atau bisa langsung masuk ke Bojonegoro melanjutkan perjalanan ke Cepu, Jawa Tengah.
Hingga saat ini menurut Asik, yang diperbolehkan melintasi genangan air sepanjang hampir 2 kilometer hanya kendaraan pick up kecil yang digunakan untuk memuat bahan makanan maupun kepentingan para pengungsi. "Hanya kendaraan pick up yang membawa makanan saja yang boleh melintas," jelas Asik.
Sementara, akibat banjir itu, ratusan rumah warga di 14 desa di Kecamatan Widang, hingga sampai saat ini masih tergenang banjir. Ketinggian air antara 50 cm hingga 1 meter.
Sementara itu akibat pengalihan jalur melalui kawasan Brondong, Pacitan dan Sedayu, arus lalu lintas di kawasan tersebut saat ini dalam kondisi padat merambat.
(bdh/bdh)










































