Di Kecamatan Jatirejo, belasan rumah yang rusak berada di Desa Ploso Bleberan. Atap rumah warga banyak yang rusak, meski dalam skala ringan. Sebuah teras rumah di Desa Ploso Bleberan, juga ambruk diterpa angin puting beliung.
Di desa yang sama, sebuah kandang ayam milik Abdul Munif (43), roboh tertimpa pohon besar yang berada tepat di samping depan kandang. Akibatnya,lebih dari 700 ayam milik Abdul Munif yang hendak dipanen, mati tertimpa reruntuhan atap kandang.
"Secara keseluruhan kerugian mencapai Rp 40 juta, termasuk bangunan kandang semi permanen dan ayam-ayam yang mati," kata Abdul Munif kepada detiksurabaya.com seusai membersihkan kandang dari reruntuhan.
Selain itu, jaringan listrik di kawasan tersebut juga terputus. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, arus listrik masih padam, sehingga warga menggunakan lampu penerangan seadanya, seperti lampu petromak.
Padamnya arus listrik disebabkan rusaknya gardu listrik di Kecamatan Trowulan, yang tertimpa pohon. Saat angin puting beliung menerpa kawasan ini, warga memilih keluar rumah.
"Semua takut dan berada di teras rumah, khawatir rumah roboh,” kata Hidayat (29), warga Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.
Hingga pukul 21:00 WIb, belum ada laporan tentang adanya korban jiwa. Sementara Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Pemkab Mojokerto, belum mendata jumlah kerugian akibat terpaan angin tersebut. (gik/gik)











































