"Kami ingin agar desa kami dimasukkan ke dalam peta terdampak lumpur Lapindo," teriak Koordiantor aksi, Bambang Kuswanto, dalam orasinya di depan Kantor Kecamatan Porong, Senin (7/1/2008).
Sekitar 400 warga Desa Siring barat, Porong yang terdiri dari RT I, II, III dan XII mendatangi di kantor Kecamatan Porong dengan menggunakan 2 truk, 300 motor dan 1 pick up yang digunakan untuk mengangkut sound system.
Dalam aksi untuk rasa itu, warga menuntut agar Muspika Kecamatan Porong mengusahakan agar wilayah Desa Siring barat dimasukkan peta terdampak lumpur lapindo.
Warga Siring barat beranggapan bahwa wilayahnya sudah tidak layak huni lagi semenjak lumpur menyembur di Kecamatan Porong. Itu terlihat dari sumur warga dan perusahaan yang sudah bercampur gas sehingga tidak layak untuk digunakan dan dikonsumsi lagi.
Selain itu, banyak rumah warga yang retak-retak sehingga warga menganggap bahwa Desa Siring Barat sudah tidak layak huni lagi.
Kejadian terakhir yang membikin warga tidak percaya lagi kepada BPLS adalah kejadian jebolnya tanggul pada hari Kamis kemarin. Air bercampur lumpur itu selain meluber di Desa Ketapang juga membanjiri Desa Siring barat.
Saat lumpur membanjiri kedua desa itu, pihak BPLS dan instansi terkait terkesan tidak membantu apapun dan hanya melihat saja. Padahal warga mengharapkan setidaknya bantuan evakuasi.
Selain berorasi , warga juga membawa dan membentangkan poster dan spanduk yang bertuliskan antara lain, "warga Siring Barat Menuntut Ganti Untung, Mana Tanggung Jawabmu Lurah Siring dan Jangan Tutup Mata, Lihat Rakyat Siring Barat".
(iwd/bdh)










































