UAS yang semula dijadwalkan mulai, Senin sampai Sabtu tanggal 7-12 Januari akhirnya ditunda pekan depan. Jumlah sekolah yang mengalami penundaan UAS yaitu 99 SMP, 40 SMA dan 37 SMK, negeri maupun swasta.
"Banyak gedung sekolah kena banjir. Butuh waktu untuk pembenahan fasilitas sekolahan, pemulihan kesehatan dan psikologi para siswa korban banjir yang masih trauma," jelas Kasubdin Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, Zainuddin saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (7/1/2008).
Selain itu, penundaan UAS selama sepekan juga memberikan waktu bagi para orangtua murid untuk mendampingi anak-anak mereka belajar menghadapi UAS. Sebab, tambah Zainuddin, orangtua berperan besar dalam proses belajar siswa untuk mendapat nilai sesuai yang diharapkan.
"Materi soal UAS sudah siap sejak H-2 kemarin, yang menyusun adalah lembaga sekolah masing-masing. Kita harap para orangtua memotivasi anak-anaknya untuk kembali belajar," tambah Zainuddin melalui telepon.
Sejumlah sekolah hari ini belum menjalankan materi pelajaran secara normal. Para guru hanya meminta para siswanya yang sudah masuk untuk membantu pembersihan dan pembenahan fasilitas sekolah pascabanjir.
Sementara kerugian akibat banjir di Kabupaten Bojonegoro khusus sektor pendidikan mencapai Rp 19,7 miliar.Perhitungan nilai kerusakan itu atas 92 TK, 138 SD, 11 SMP, 15 SMA dan SMK. Prasarana dan sarana di sekolah-sekolah tersebut rusak, seperti buku pelajaran, almari dan bangku-bangku sekolah. (bdh/bdh)










































