"Awalnya hujan lebat sejak semalam. terus saat mulai reda dinihari tadi, tiba-tiba terjadi angin ribut yang sangat cepat. setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi karena ketakutan," kata Firman (21), salah satu warga Desa Kunjang.
Pantaun detiksurabaya.com menunjukkan kerusakan parah terjadi di dua rumah yang hampir seluruh bagian dindingnya roboh akibat tertimpa pohon yang bertumbangan.
Salah satunya milik Khofifah (43). Rumah sekaligus gudang penyimpanan tenda hajatan tersebut hampir seluruh dinding bagian belakang yang bersebelahan dengan lapangan sepak bola, rata dengan tanah.
"Ya namanya bencana, Mas. Ini barang-barang sebagian juga rusak dan basah setelah semalaman kehujanan karena atap dan dindingnya roboh," kata Khofifah sambil berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya.
Menurutnya angin puting beliung ini terjadi begitu cepat. Warga rata-rata kaget karena terjadi di saat sebagian masih tertidur lelap. bahkan warga sama sekali tak menyangka akan terjadi angin puting beliung, karena hujan justru sudah mulai reda.
Sementara kerusakaan lain yang tampak di Desa Tanjung dan Kunjang terjadi di puluhan rumah. Rata-rata mengalami kerusakaan pada bagian atapnya setelah gentingnya terbang terbawa angin.
Hingga kini beberapa warga masih tampak bergotong royong berusaha memotong pohon yang bertumbangan. sebagian lagi bergotong royong melakukan perbaikan atap rumah yang rusak.
Ketika ditanya soal kerugian, warga belum bisa menjawabnya karena saat ini masih belum memikirkannya. "Yang penting bagaimana rumahnya bersih dulu Mas. Soal kerugian ka bisa diketahui nanti," lanjut Khofifah.
Namun Khofifah sangat berharap terjadinya bencana angin puting beliung ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri dengan segera mengirimkan bantuan.
(bdh/bdh)











































