Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) sebagai operator Blok Tuban telah mencairkan bantuan sebesar Rp 300 juta. Selain Petrochina, beberapa kontraktor migas yang beroperasi di Blok Cepu dan di blok-blok lainnya di Jawa Timur diantaranya Pertamina Eksplorasi-Produksi (EP) juga senilai Rp 300 juta. Dari HESS sebesar Rp 75 juta, Santos Rp 75 juta, Kodeco Rp 75 juta, dan bantuan dari Kangean Energi Indonesia sebesar Rp 75 juta. ExxonMobil sebesar Rp 4,5 miliar.
"Bantuan dari kami sudah terserap Rp 200 juta dirupakan sembako pada saat banjir kemarin. Nanti sisanya yang Rp 100 juta untuk rehabilitasi pascabanjir. Ya untuk kesehatan, makanan siap saji, sampai pemulihan ekonomi masyarakat," jelas General Manager (GM) JOB PPEJ, Suryadi Umar pada detiksurabaya.com di Griya Dharma Kusuma, Bojonegoro, Sabtu (5/1/2008).
Distribusi bantuan korban banjir Petrochina disentralkan pada masyarakat sekitar wilayah kerjanya. Yaitu di sumur minyak Mudi, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban. Dan sekitar sumur minyak Sukowati, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Bojonegoro, yang sebagian masih terendam sampai hari ini.
Bukan hanya warga, tapi Petrochina juga merasa sebagai korban banjir. Sebab sumur Sukowati Pad A dan B sempat terendam selama 2 hari pada pekan kemarin. Selama itu, eksploitasi minyak terhenti dan lebih 100 orang karyawan Petrochina tidak bekerja.
"Kita alami opportunity lost. Produksi minyak kita terhenti sebanyak 800 barrel, kalau gasnya sebanyak 40 juta kaki kubik. 100 Pekerja kita menganggur. Tapi gimana lagi, itu force major," imbuh Suryadi Umar.
Sampai sekarang sumur minyak Mudi dan Sukowati milik Petrochina belum beroperasi. Sebab sebagian peralatan mereka masih terendam lumpur. Sebelumnya, harus ada Tim Inspeksi dari BP Migas untuk memastikan keamanan sumur minyak untuk dioperasikan kembali. (gik/gik)










































