Jalan beraspal yang menjadi jalan alternatif menuju Jawa Tengah itu penuh lubang dan bergelombang, apalagi usai direndam luapan Bengawan Solo.
Pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (5/1/2008), pengendara yang melintasi jalan tersebut seolah seperti sedang naik perahu. Dan kadang seperti menunggang kuda. Karena kendaraan bergoyang mengikuti jalan aspal yang bergelombang dan penuh lubang itu.
Misalnya saja jalur antara Kecamatan Kalitidu menuju Kecamatan Padangan. Banyak ditemui aspal yang mengelupas dan berlubang. Ukuran lubang cukup besar sehingga membahayakan pemakai jalan. Sangat tidak mungkin bisa terperosok, apalagi jika hujan mengguyur pastinya juga licin.
Yang mengkhawatirkan lagi, selain banyak lubang, jalur tersebut bergelombang cukup dalam. "Saya sempat nyaris kehilangan kendali ketika dalam kecepatan tinggi, jalannya naik turun. Untung kemudi bisa saya kendalikan, jika tidak celaka saya," kata Rohim, warga Karang Pacar saat ditemui di sebuah kafe di Jalan Pemuda Bojonegoro.
Namun upaya untuk menekan korban jatuh sudah dilakukan aparat dari kepolisian maupun dinas perhubungan. Di sepanjang sisi jalan Bojonegoro menuju Cepu sudah banyak dipasang pengumuman jika kondisi jalanan bergelombang maupun berlubang.
Namun, papan pengumumam yang banyak ditemui itu itu bagi warga bukan sebuah solusi. "Mestinya jalan Bojonegoro-Cepu itu dibeton. Kalau didobelin aspalnya terus ya percuma. Wong memang kontur tanah di sana bergerak. Pemerintah harus memikirkan agar jalan itu mulus dan tidak memakan korban," tandas Amin, warga Sumberejo yang ditemui sedang menonton Sungai Bengawan Solo di utara Pasar Induk Bojonegoro.
Apalagi kata Amin, jalur tersebut satu-satunya akses menuju sumur migas Banyuurip milik ExxonMobil Indonesia. "Sebagai calon kota minyak masak tidak memikirkan keselamatan warganya," kata Amin ketus.
Yang tak kalah penting mengapa jalan tersebut harus segera mendapat perhatian, karena demi kepentingan warga sekitar. "Jika jalannya mulus dan enak kan roda perekonomian bisa lancar. Pengiriman hasil bumi dari desa menuju kota lancar. Kalau bisa jalan itu dibangun secepatnya," tambahnya.
Foto: Papan peringatan juga dipasang di Kecamatan Padangan Bojonegoro. (gik/gik)










































