Akibat meluapnya air hingga ke tempat tersebut, ribuan santrinya khususnya wanita terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
Seperti pengakuan Fitriana asal Krian Sidoarjo. Dia diinstruksikan oleh pengurus Ponpes pulang ke rumahnya.
"Sebab Ponpes sedang terendam air setinggi 1,5 meter," katanya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/1/2008).
Namun, jelas Fitri, dirinya akan kembali ke Ponpes bila kondisi air sudah surut dan dinyatakan aman oleh pengurus Ponpes. Fitri mengaku, tempatnya menimba ilmu agama jaraknya tidak jauh dari bantaran Sungai Bengawan Solo.
Sedangkan Kapolsek Widang, Iptu Nur Asik saat dihubungi mengaku, santri yang dipulangkan ke daerah asal yakni santri wanita.
"Sedangkan santri pria-nya ikut mengungsi dan masih berada di pengungsian. Mereka menunggu air yang merendam ponpes hingga surut dan membersihkannya," tambahnya.
Sementara itu desa yang terparah terkena banjir yakni, Desa Tegalrejo, Simorejo, Kedungharjo, Tegalsari dan Banjar. Ke-5 desa tersebut masih terisolir. Sebab dua tanggul yang jebol di kawasan tersebut merupakan tanggul totokan Sungai Bengawan Solo, yang hingga kini arusnya masih deras. (fat/fat)










































