Bukit Wonosalam Retak, Warga Harus Direlokasi

Bukit Wonosalam Retak, Warga Harus Direlokasi

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2008 18:20 WIB
Jombang - Tim Kajian Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya Malang, menyatakan sebagian kawasan perbukitan di Desa Jarak Krajan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jatim tidak layak dihuni permukiman.

Sebab di kawasan tersebut, terjadi gelinciran lapisan tanah sekitar 15 meter di bawah permukaan, sehingga rawan longsor. "Jika didiami permukiman warga, maka akan sangat berbahaya jika terjadi longsor," kata Ketua Tim Kajian Kebumian dan Mitigasi Bencana, Adi Susilo kepada detiksurabaya.com saat berada di lokasi, Jumat (4/1/2008).

Tim dari Universitas Brawijaya Malang ini, didatangkan Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Pemkab Jombang. Mereka diminta mengkaji dan memberi rekomendasi hasil penelitian. "Tapi kawasan ini hanya rawan longsor jika musim hujan dengan curah tinggi," jelasnya.

Meski merekomendasi agar kawasan itu tidak dihuni penduduk, namun kebijakan relokasi diserahkan ke Pemkab Jombang. "Untuk masalah relokasi, itu kewenangan Pemkab Jombang. Yang pasti perlu kajian dampak sosial dan ekonomi jika direlokasi," tambahnya.

Sementara itu, hujan yang mengguyur sejak kemarin sore hinggga Jumat (4/1/2008) pagi, membuat warga Desa Jarak Krajan, Kecamatan Wonosalam, kembali meninggalkan rumah.

"Hujan membuat kami terus khawatir, sebab longsor sewaktu-waktu bisa terjadi. Semalam kami sekeluarga tidur di rumah kerabat, yang jauh dari retakan tanah," kata Winarti (34) kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, di RT Desa Jarak Krajan.

Dibantu pengurus Badan Perwakilan Desa (BPD) Jarak Krajan, sejumlah warga lainnya, mengevakuasi harta benda dari dalam rumah, ke rumah kerabat atau tetangga terdekat. Akibat tanah retak dan ambles sedalam 60 cm, sebuah rumah juga dibongkar pemiliknya.
(fat/fat)
Berita Terkait